Sistem
Klasifikasi
|
Referensi
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
||
2 Kingdom
|
Whittaker R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new classifications
than by the traditional two kingdoms.
Journal Science. 163 (3863):
60–150.
|
Mampu menggolongkan
dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter fisiknya
|
Penggolongan ini
masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk
hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini
|
||
3 Kingdom
|
Whittaker R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new
classifications than by the traditional two kingdoms. Journal Science. 163 (3863): 60–150.
|
Organisme mikroskopis
bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom
tersendiri dan berbeda dari animalia atau plantae
|
Bakteri tidak dapat
digolongkan ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme
mikroskopis yang tidak memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini
kurang sempurna.
|
||
4 Kingdom
|
Whittaker R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new
classifications than by the traditional two kingdoms. Journal Science. 163 (3863): 60–150.
|
Sudah menggolongkan monera
|
Belum bias menggolongkan fungi dan mycota
|
||
5 Kingdom
|
Whittaker R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new
classifications than by the traditional two kingdoms. Journal Science. 163 (3863): 60–150.
|
Jamur digolongkan
kedalam kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti
yang hewan lakukan
|
Belum mampu
mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom
monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal
RNA polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.
|
||
6 Kingdom
|
Woese, C. R., & Fox, G. E. 1977. Phylogenetic
structure of the prokaryotic domain: the primary kingdoms. Proceedings of the National Academy of
Sciences. 14(11) : 5088-5090.
|
Mampu menjelaskan kingdom monera secara fisik
|
Sering terjadi pro kontra karena kingdom monera sudah mencakup
eubacteria dan archaebacteria sehingga tidak perlu dibagi lagi
|
||
7 Kingdom
|
Jauh lebih detail
|
Sudah termasuk ke dalam lima kingdom
|
Klasifikasi
Kingdom
|
Penggagas/tahun
|
Referensi
|
Kingdom
|
Deskripsi
|
|
Kekurangan
|
Kelebihan
|
||||
2
|
Carolus Linnaeus 1735
|
Whittaker
R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new
classifications than by the traditional two kingdoms. Journal Science. 163 (3863): 60–150.
|
Animalia
dan Plantae
|
Mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di
bumi berdasarkan karakter fisiknya
|
Penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik
sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan
dalam kedua kingdom ini
|
3
|
Ernst
Haeckel 1866
|
Whittaker
R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new
classifications than by the traditional two kingdoms. Journal Science. 163 (3863): 60–150.
|
Animalia
, plantae dan Protista
|
Organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler
sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan berbeda dari animalia
atau plantae
|
Bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista,
karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak memiliki inti sel.
Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna.
|
4
|
H.Copeland
1938
|
Whittaker
R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new
classifications than by the traditional two kingdoms. Journal Science. 163 (3863): 60–150.
|
Animalia,
Plantae, Protista, Monera
|
Sudah menggolongkan
monera
|
Belum bias
menggolongkan fungi dan mycota
|
5
|
Robert Whittaker 1969
|
Whittaker
R.1969. New concepts of kingdoms or
organisms. Evolutionary relations are better represented by new
classifications than by the traditional two kingdoms. Journal Science. 163 (3863): 60–150.
|
Animalia,
plantae, monera, Protista, fungi
|
Jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri karena Jamur
tidak mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan
|
Belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat
sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri masih memiliki perbedaan
yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA sequences, Introns,
membran lipid dan lainnya.
|
6
|
C.Woese
&
G. E Fox (1977
|
Woese, C. R., &
Fox, G. E. 1977. Phylogenetic structure of the prokaryotic domain: the primary
kingdoms. Proceedings of the
National Academy of Sciences. 14(11) : 5088-5090.
|
Eubacteria,
Archaebacteria, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia
|
Mampu menjelaskan
kingdom monera secara fisik
|
Sering terjadi pro
kontra karena kingdom monera sudah
mencakup eubacteria dan archaebacteria sehingga tidak perlu dibagi lagi
|
7
|
T. Cavalier-Smith 1998
|
Cavalier-Smith, T.
(2004), Only six kingdoms of life. Proc. R. Soc. Lond.
271(1545): 62–1251.
|
Animalia,
Plantae, Protista, Cromista, Eumycota, Eubacteria, Arcaebacteria
|
Jauh lebih detail
|
Sudah termasuk ke
dalam lima kingdom
|
Berpikir
Kritis
1.
Menurut
anda apa yang menyebabkan organisme dapat dipisahkan menjadi beberapa
kelompok/kerajaan yang berbeda ? Sebutkan alesannya ?
Jawab
:
Hal ini dikarenakan adanya perbedaan
morfologi dan fisiologi yang membedakan ciri khas dari biota itu sendiri. Maka
dibentuklah pengklasifikasian mahluk hidup untuk mempermudah menyusun dan
memahami biota yang ada. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara
mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu yang disebut takson.
Cara pembentukan dan penyusunan takson-takson disebut klasifikasi
(Saktiyono 2008).
Sumber
: Saktiyono. 2008. Seribupena
Biologi. Jakarta (ID) : Erlangga.
2.
Menurut
anda, apakah kegunaan dari sistem penamaan ilmiah (bionomial nomenclatur) bagi
pekembangan ilmu ?
Jawab
:
Banyak makhluk hidup mempunyai nama
lokal. Nama ini bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk
memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal
di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode
Binomial Nomenklatur (tata nama ganda). Metode ini, merupakan metode yang
sangat penting dalam pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut tata
nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua
kata yaitu nama genus dan spesies. Hal tersebut dapat mempermudah saat
pencarian sumber peneitian karena sisitemnya yang sistematis. Sehingga ilmu
pengetahuan akan terus berkembang seiring dengan ditemukan biota - biota yang baru (Kurniawan 2015).
Sumber :
Kurniawan D, Amirudin A. 2015.
Pengembangan aolikasi sistem pembelajaran klasifikasi ( taksonomi ) dan tata
nama ilmiah (binomial nomenklatur) pada kingdom plantae (tumbuhan) berbasis
android. Jurnal Komputasi. 3(2) : 121
– 128.
3.
Bagaimanakah
/ kapan suatu organisme dapat dikatakan sebagai satu spesies atau subspecies
?
Jawab
:
Apabila
organisme tersebut merupakan sekelompok individu yang berpotensi untuk
bereproduksi dalam satu kelompok dan tidak mampu bereproduksi dengan kelompok
lain (definisi secara biologis). Definisi lain spesies adalah sekelompok
individu yang mempunyai karakter morfologi, fisiologi atau biokimia berbeda
dengan kelompok lain (definisi secara morfologis) (Muthiadin 2018)
Sumber
:
Muthiadin C, Aziz IR, Darojat
AZ.2018. DNA mitokondria untuk identifikasi ikan yang kaya spesies. Jurnal
Sains dan Teknologi. 1(5) : 51-55.
Hasil Resume
Klasifikasi adalah
pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu.
Pengelompokan ini disusun secara runut sesuai dengan tingkatannya
(hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke
tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik.
Taksonomi adalah dengan membentuk takson. Takson
adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan
ciri. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang
diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati
.
Sistem Klasifikasi
makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli
filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC) mengelompokan makhluk hidup kedalam dua
kelompok besar yaitu kelompok hewan dan kelompok tumbuhan, namun keberadaan
organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk
hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan
kelompok besar yang disebut kingdom.
Perkembangan Klasifikasi
1. Sistem Klasifikasi Pra-Linnaeus
Sistem klasifikasi ini
dilakukan dengan melihat kesamaan bentuk luar dari tubuh makhluk hidup
(morfologi). Makhluk hidup pada masa ini dibedakan menjadi dua kelompok seperti
konsep Aristoteles yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu
tumbuhan dan hewan. Hewan-hewan yang memiliki bentuk tubuh yang sama
dikelompokkan menjadi satu kelompok tersendiri. Selain itu hewan juga
dikelompokkan berdasarkan kegunaannya masing-masing. Pengelompokan hewan
didasarkan pada ciri-ciri lalu ditentukan macamnya dan diberikan nama sesuai
dengan isyarat yang dimiliki. Proses-proses ini dilakukan tanpa kesadaran dan
berlangsung dalam waktu yang sangat cepat. Pada masa pra-Linnaeus juga belum
ada publikasi tentang klasifikasi hewan.
2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom
§ Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§ Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Sistem ini
dikembangkan oleh ilmuwan Swedia C. Linnaeus tahun 1735. Kelemahannya
adalah penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga
terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan dalam
kedua kingdom ini. Kelebihan sistem ini pada saat itu adalah mampu
menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter
fisiknya yaitu tumbuhan dan hewan dan juga kedua kingdom ini merupakan kunci
atau pengarah utama menuju model-model kingdom lainnya.
3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom
§ Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§ Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
§ Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme
multiseluler sederhana)
Ketika makhluk hidup
bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke dalam dua kerajaan: yang
dapat bergerak ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam
divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan
ke dalam filum dan divisi, seperti alga yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur
lendir yang mirip amuba. Karena dasar inilah, Ernst Haeckel pada tahun 1866
menyarankan adanya kerajaan ketiga, yaitu Protista untuk menampung makhluk
hidup yang tidak memiliki ciri klasifikasi yang jelas. Kerajaan ketiga in baru
populer belakangan ini (kadang dengan sebutan Protoctista). Protista adalah
organisme yang memiliki sifat-sifat tumbuhan dan hewan sekaligus. Kelemahan
sistem ini yaitu bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista,
karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak memiliki inti sel.
Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna. Kelebihan sistem ini
adalah organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan
kedalam kingdom tersendiri dan berbeda dari animalia atau plantae, penyebabnya
karena secara fisiologis, morfologisnya, dan anatomi, kingdom protista memiliki
perbedaan dari kedua kingdom lainnya.
4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom
§
Kingdom Animalia
(Dunia Hewan)
§
Kingdom Plantae (Dunia
Tumbuhan)
§
Kingdom Protista
§
Kingdom Monera·Kingdom
Fungi (Dunia Jamur)
Ada dua tokoh yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi
sistem 4 kingdom yaitu Copeland dan Whittaker. Hanya saja dasar yang digunakan
oleh keduanya berbedasehingga dihasilkan klasifikasi makhluk hidup yang berbeda
pula. Copeland membagi menjadi empat Kingdom yaitu Monera, Protoctista,
Metaphyta dan Metazoa. Monera adalah organisme yang belum
memiliki membran inti dan membran organel sel atau bersifat prokariotik.
Berbeda dengan Protista/Protoctista yang bersifat Eukariotik.
Metaphyta adalah tumbuhan yang mengalami masa perkembangan embrio, begitu juga
Metazoa adalah kelompok hewan yang mengalami masa perkembangan embrio dalam
siklus hidupnya. Sedangkan Whittakers membagi hewan menjadi beberapa
kingdom: Animalia, Plantae, Fungi dan Protista.
Fungi dijadikan
kingdom tersendiri karena fungi memiliki perbedaan dari tumbuhan. Fungi bukan
organisme autotrof layaknya tumbuhan melainkan organisme yang heterotrof yaitu
tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Jamur tidak mencernakan makanan
seperti yang binatang lakukan, atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti
yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar
makanan mereka dan kemudian menyerapnya (absorbsi)ke dalam sel.
5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom
Sistem ini
dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Robert H. Whittaker tahun 1969 dengan
mencirikan masing-masing kingdom sebagai berikut :
§ Monera : Prokariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan
Multiseluler
§ Protista : Eukariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan
Multiseluler
§ Fungi : Eukariot, Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
§ Plantae : Eukariot, Autotrof, Multiseluler
§ Animalia : Eukariot, Heterotrof, Multiseluler
Kelebihan sistem ini
adalah jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri karena Jamur tidak
mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan, atau pun membuat makanan mereka
sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim
pencernaan di sekitar makanan mereka dan kemudian menyerapnya ke dalam sel.
Begitu juga perbedaannya dengan monera jelas terlihat bahwa kingdom fungi
merupakan jenis organisme eukariot bukan prokariot. Dengan kata lain kingdom
ini melengkapi sistem klasifikasi kingdom sebelumny. Namun masih terdapat
kelemahan dalam klasifikasi ini, yaitu belum mampu mendefinisikan kingdom
monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri masih
memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA
sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.
6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom
§ Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§ Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
§ Kingdom Protista
§ Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
§ Kingdom Eubacteria
§ Kingdom Archaebacteria
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese
1977. Pengklasifikasian ini berawal dari ditemukannya golongan monera
archaebacteria di samudera dalam yang memiliki perbedaan dengan kingdom monera
lainnya (eubacteria). Analisis archaebacteria menunjukkan bahwa kelompok ini
lebih menyerupai eukariota dibanding saudaranya (prokariotik). Hal ini
adalah salah satu alasan menagapa kingdom monera menjadi kingdom archaebacteria
dan eubacteria. Namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra,
karena kingdom monera merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan
eubacteria sehingga menurut mereka tidak perlu di bagi lagi. Kelebihannya
adalah mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga memberikan
informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera.
7. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom
§ Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§ Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
§ Kingdom Protista (Protozoa)
§ Kingdom Chromista
§ Kingdom Eumycota
§ Kingdom Eubacteria
§ Kingdom Archaebacteria
Sistem ini diperkenalkan
oleh ahli Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini dikembangkan dari
sistem kingdom sebelumnya dan secara garis besar digolongkan dalam dua kelas
utama prokariot dan eukariot (2 Empires, Chatton 1937) dari kedua golongan
besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae, Protozoa
(protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup
Eubacteria dan Archaebacteria.
Disini terdapat
kingdom baru yaitu Chromista yang anggotanya merupakan bagian dari kingdom
fungi dan protista yaitu Oomycota, Hyphochytriomycota, Bacillariophyta,
Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta. Golongan ini
berbeda dari kingdom asalnya karena mereka meiliki klorofil a dan c, tidak
menyimpan makanan sebagai kanji melainkan sebagai minyak dan umumnya
menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan. Karena sebagian kingdom
mycota sudah digolongkan ke dalam kingdom chromista maka kingdom ini berubah
menjadi kingdom eumycota. Kingdom protista lebih akrab dikenal sebagai kingdom
protozoa.Klasifikasi system ini lebih sempurna dari kingdom sebelumnya.
Carolus
Linnaeus
|
Ernst
Haeckel
|
E.
Chatton
|
H.Copeland
|
Robert
Whittaker
|
C.Woese
&
G. E
Fox
|
Carl
Woese
|
T.
Cavalier-Smith
|
1735
|
1866
|
1925
|
1938
|
1969
|
1977
|
1990
|
1998
|
2
kingdom
|
3
kingdom
|
2
domaine
|
4
kingdom
|
5
kingdom
|
6
kingdom
|
3
kingdom
|
7
kingdom
|
Monera
|
Prokaryota
|
Monera
Protista
|
Monera
Protista
Fungi
|
Eubacteria
Archaebacteria
|
Bacteria
|
Bacteria
Protozoa
Chromista
Archaebacteria
|
|
Plantae
|
Plantae
|
Eukaryota
|
Plantae
|
Plantae
|
Protista
Fungi
|
Archaea
Eubacteria
|
Fungi
|
Animalia
|
Animalia
|
Animalia
|
Animalia
|
Plantae
Animalia
|
Plantae
Animalia
|
2 komentar
Untuk praktikum pertama biola ya dam wkwkwkw
BalasHapusHaha iya . Btw ini siapa ya wkwk ?
Hapus