Sejarah Perkembangan Biologi laut - By Adams


Nama : Mochamad Adam Maulana                           Mata Kuliah  : Biologi Laut
NIM : C54170036                                                               Hari,Tanggal : Senin, 11 Februari 2019
                                                                                                                               


Sistem Klasifikasi


Tugas Laporan 1

Referensi
Kelebihan
Kekurangan
2 Kingdom
Mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter fisiknya
Penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini
3 Kingdom
Organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan berbeda dari animalia atau plantae
Bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna.
4 Kingdom
Sudah menggolongkan monera

Belum bias menggolongkan fungi dan mycota

5 Kingdom
Jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan
Belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.
6 Kingdom
Woese, C. R., & Fox, G. E. 1977. Phylogenetic structure of the prokaryotic domain: the primary kingdoms. Proceedings of the National Academy of Sciences. 14(11) : 5088-5090.
Mampu menjelaskan kingdom monera secara fisik

Sering terjadi pro kontra  karena kingdom monera sudah mencakup eubacteria dan archaebacteria sehingga tidak perlu dibagi lagi

7 Kingdom
Cavalier-Smith, T. (2004), Only six kingdoms of life. Proc. R. Soc. Lond.  271(1545): 62–1251.
Jauh lebih detail

Sudah termasuk ke dalam lima kingdom





Klasifikasi Kingdom
Penggagas/tahun
Referensi
Kingdom
Deskripsi
Kekurangan
Kelebihan
2
 Carolus Linnaeus 1735
Animalia dan Plantae
Mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter fisiknya
Penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini
3
Ernst Haeckel 1866
Animalia , plantae dan Protista
Organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan berbeda dari animalia atau plantae
Bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna.
4

H.Copeland
1938
Animalia, Plantae, Protista, Monera
Sudah menggolongkan monera
Belum bias menggolongkan fungi dan mycota
5
Robert Whittaker 1969
Animalia, plantae, monera, Protista, fungi
Jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan
Belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.
6

C.Woese &
G. E Fox (1977
Woese, C. R., & Fox, G. E. 1977. Phylogenetic structure of the prokaryotic domain: the primary kingdoms. Proceedings of the National Academy of Sciences. 14(11) : 5088-5090.
Eubacteria, Archaebacteria, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia
Mampu menjelaskan kingdom monera secara fisik
Sering terjadi pro kontra  karena kingdom monera sudah mencakup eubacteria dan archaebacteria sehingga tidak perlu dibagi lagi
7
T. Cavalier-Smith 1998
Cavalier-Smith, T. (2004), Only six kingdoms of life. Proc. R. Soc. Lond.  271(1545): 62–1251.
Animalia, Plantae, Protista, Cromista, Eumycota, Eubacteria, Arcaebacteria
Jauh lebih detail
Sudah termasuk ke dalam lima kingdom



Berpikir Kritis
1.       Menurut anda apa yang menyebabkan organisme dapat dipisahkan menjadi beberapa kelompok/kerajaan yang berbeda ? Sebutkan alesannya ?
Jawab :
      Hal ini dikarenakan adanya perbedaan morfologi dan fisiologi yang membedakan ciri khas dari biota itu sendiri. Maka dibentuklah pengklasifikasian mahluk hidup untuk mempermudah menyusun dan memahami biota yang ada. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu yang disebut takson. Cara pembentukan dan penyusunan takson-takson disebut klasifikasi (Saktiyono  2008).
Sumber : Saktiyono. 2008. Seribupena Biologi. Jakarta (ID) : Erlangga.

2.       Menurut anda, apakah kegunaan dari sistem penamaan ilmiah (bionomial nomenclatur) bagi pekembangan ilmu ?
Jawab :
Banyak makhluk hidup mempunyai nama lokal. Nama ini bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode Binomial Nomenklatur (tata nama ganda). Metode ini, merupakan metode yang sangat penting dalam pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata yaitu nama genus dan spesies. Hal tersebut dapat mempermudah saat pencarian sumber peneitian karena sisitemnya yang sistematis. Sehingga ilmu pengetahuan akan terus berkembang seiring dengan ditemukan biota -  biota yang baru (Kurniawan 2015).
           
Sumber :
Kurniawan D, Amirudin A. 2015. Pengembangan aolikasi sistem pembelajaran klasifikasi ( taksonomi ) dan tata nama ilmiah (binomial nomenklatur) pada kingdom plantae (tumbuhan) berbasis android. Jurnal Komputasi. 3(2) : 121 – 128.
3.       Bagaimanakah / kapan suatu organisme dapat dikatakan sebagai satu spesies atau subspecies ? 

Jawab :
Apabila organisme tersebut merupakan sekelompok individu yang berpotensi untuk bereproduksi dalam satu kelompok dan tidak mampu bereproduksi dengan kelompok lain (definisi secara biologis). Definisi lain spesies adalah sekelompok individu yang mempunyai karakter morfologi, fisiologi atau biokimia berbeda dengan kelompok lain (definisi secara morfologis) (Muthiadin 2018)

Sumber :
Muthiadin C, Aziz IR, Darojat AZ.2018. DNA mitokondria untuk identifikasi ikan yang kaya spesies. Jurnal Sains dan Teknologi. 1(5) : 51-55.














Hasil Resume
Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik.

Taksonomi adalah dengan membentuk takson. Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan ciri. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati
.
Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC) mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan dan kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom.
Perkembangan Klasifikasi
1. Sistem Klasifikasi Pra-Linnaeus
Sistem klasifikasi ini dilakukan dengan melihat kesamaan bentuk luar dari tubuh makhluk hidup (morfologi). Makhluk hidup pada masa ini dibedakan menjadi dua kelompok seperti konsep Aristoteles yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan. Hewan-hewan yang memiliki bentuk tubuh yang sama dikelompokkan menjadi satu kelompok tersendiri. Selain itu hewan juga dikelompokkan berdasarkan kegunaannya masing-masing. Pengelompokan hewan didasarkan pada ciri-ciri lalu ditentukan macamnya dan diberikan nama sesuai dengan isyarat yang dimiliki. Proses-proses ini dilakukan tanpa kesadaran dan berlangsung dalam waktu yang sangat cepat. Pada masa pra-Linnaeus juga belum ada publikasi tentang klasifikasi hewan.
2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom
§  Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia C. Linnaeus tahun 1735. Kelemahannya adalah penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini. Kelebihan sistem ini pada saat itu adalah mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter fisiknya yaitu tumbuhan dan hewan dan juga kedua kingdom ini merupakan kunci atau pengarah utama menuju model-model kingdom lainnya.
3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom
§  Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
§  Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana)
Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke dalam dua kerajaan: yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam filum dan divisi, seperti alga yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur lendir yang mirip amuba. Karena dasar inilah, Ernst Haeckel pada tahun 1866 menyarankan adanya kerajaan ketiga, yaitu Protista untuk menampung makhluk hidup yang tidak memiliki ciri klasifikasi yang jelas. Kerajaan ketiga in baru populer belakangan ini (kadang dengan sebutan Protoctista). Protista adalah organisme yang memiliki sifat-sifat tumbuhan dan hewan sekaligus. Kelemahan sistem ini yaitu bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna. Kelebihan sistem ini adalah organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan berbeda dari animalia atau plantae, penyebabnya karena secara fisiologis, morfologisnya, dan anatomi, kingdom protista memiliki perbedaan dari kedua kingdom lainnya.
4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom
§  Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
§  Kingdom Protista
§  Kingdom Monera·Kingdom Fungi (Dunia Jamur)
Ada dua tokoh yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi sistem 4 kingdom yaitu Copeland dan Whittaker. Hanya saja dasar yang digunakan oleh keduanya berbedasehingga dihasilkan klasifikasi makhluk hidup yang berbeda pula. Copeland membagi menjadi empat Kingdom yaitu Monera, Protoctista, Metaphyta dan Metazoa. Monera adalah organisme yang belum memiliki membran inti dan membran organel sel atau bersifat prokariotik.
Berbeda dengan Protista/Protoctista yang bersifat Eukariotik. Metaphyta adalah tumbuhan yang mengalami masa perkembangan embrio, begitu juga Metazoa adalah kelompok hewan yang mengalami masa perkembangan embrio dalam siklus hidupnya. Sedangkan Whittakers membagi hewan menjadi beberapa kingdom: Animalia, Plantae, Fungi dan Protista.
Fungi dijadikan kingdom tersendiri karena fungi memiliki perbedaan dari tumbuhan. Fungi bukan organisme autotrof layaknya tumbuhan melainkan organisme yang heterotrof yaitu tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang binatang lakukan, atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan mereka dan kemudian menyerapnya (absorbsi)ke dalam sel.
5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Robert H. Whittaker tahun 1969 dengan mencirikan masing-masing kingdom sebagai berikut :
§  Monera : Prokariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
§  Protista : Eukariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
§  Fungi : Eukariot, Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
§  Plantae : Eukariot, Autotrof, Multiseluler
§  Animalia : Eukariot, Heterotrof, Multiseluler
Kelebihan sistem ini adalah jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan, atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan mereka dan kemudian menyerapnya ke dalam sel. Begitu juga perbedaannya dengan monera jelas terlihat bahwa kingdom fungi merupakan jenis organisme eukariot bukan prokariot. Dengan kata lain kingdom ini melengkapi sistem klasifikasi kingdom sebelumny. Namun masih terdapat kelemahan dalam klasifikasi ini, yaitu belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.
6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom
§  Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
§  Kingdom Protista
§  Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
§  Kingdom Eubacteria
§  Kingdom Archaebacteria
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese 1977. Pengklasifikasian ini berawal dari ditemukannya golongan monera archaebacteria di samudera dalam yang memiliki perbedaan dengan kingdom monera lainnya (eubacteria). Analisis archaebacteria menunjukkan bahwa kelompok ini lebih menyerupai  eukariota dibanding saudaranya (prokariotik). Hal ini adalah salah satu alasan menagapa kingdom monera menjadi kingdom archaebacteria dan eubacteria. Namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra, karena kingdom monera merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan eubacteria sehingga menurut mereka tidak perlu di bagi lagi. Kelebihannya adalah mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga memberikan informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera.
7. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom
§  Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
§  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
§  Kingdom Protista (Protozoa)
§  Kingdom Chromista
§  Kingdom Eumycota
§  Kingdom Eubacteria
§  Kingdom Archaebacteria
Sistem ini diperkenalkan oleh ahli Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini dikembangkan dari sistem kingdom sebelumnya dan secara garis besar digolongkan dalam dua kelas utama prokariot dan eukariot (2 Empires, Chatton 1937) dari kedua golongan besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae, Protozoa (protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup Eubacteria dan Archaebacteria.
Disini terdapat kingdom baru yaitu Chromista yang anggotanya merupakan bagian dari kingdom fungi dan protista yaitu Oomycota, Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta. Golongan ini berbeda dari kingdom asalnya karena mereka meiliki klorofil a dan c, tidak menyimpan makanan sebagai kanji melainkan sebagai minyak dan umumnya menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan. Karena sebagian kingdom mycota sudah digolongkan ke dalam kingdom chromista maka kingdom ini berubah menjadi kingdom eumycota. Kingdom protista lebih akrab dikenal sebagai kingdom protozoa.Klasifikasi system ini lebih sempurna dari kingdom sebelumnya.
Carolus Linnaeus
Ernst Haeckel
E. Chatton
H.Copeland
Robert Whittaker
C.Woese &
G. E Fox
Carl Woese
T. Cavalier-Smith
1735
1866
1925
1938
1969
1977
1990
1998
2
kingdom
3
kingdom
2
domaine
4
 kingdom
5
kingdom
6
kingdom
3
kingdom
7
kingdom
Monera
Prokaryota
Monera
Protista
Monera
Protista
Fungi
Eubacteria
Archaebacteria
Bacteria
Bacteria
Protozoa
Chromista
Archaebacteria
Plantae
Plantae
Eukaryota
Plantae
Plantae
Protista
Fungi
Archaea
Eubacteria
Fungi
Animalia
Animalia
Animalia
Animalia
Plantae
Animalia
Plantae
Animalia


You Might Also Like

2 komentar