Asisten's Project : Perambatan Gelombang

Hello Everybody

Kembai lagi kita untuk mengulas Materi akustik kelautan. Sudah tahu kan pastinya ? kalau akustik kelautan itu tidak terlepas dari penggunaan suara untuk mendeteksi semua materi di perairan. Oleh karenanya, kita harus mempelajari karakteristik suara itu seperti apa. Siapkan catatanmu ya !

Pada pertemuan sebelumnyua kita mendapat sebuah pengertian yaitu :

“ Suara dibangkitkan oleh pergerakan atau getaran dari semua benda ”

 

Perlu teman – teman tahu !

Ketika sumber bergerak, energi kinetik diberikan kepada medium dan melewatinya sebagai gelombang elastik berjalan. Selama itu, partikel mediumnya akan secara bergantian menyatu yang kemudian berpisah. Getaran yang menghasilkan sebuah suara akan merambat jauh dari sumber dengan kecepatan tinggi (Ingat ya keceptan suara di udara adalah 340 m/s). Kecepatan suara tersebut juga dipengaruhi oleh densitas dan elastisitas zatnya.

Gelombang dalam ilmu fisika dimaknai sebagai energi yang merambat. Perambatan gelombang sendiri tidak merubah medium yang dilewatinya, namun memindahkan energinya. Gelombang memiliki bermacam – macam sifat dan bentuk. So, ayo kita pelajari jenis - jenis gelombang terlebih dahulu. 

 

Gelombang menurut arah getarnya terbagi ke dalam dua bagian :

Gelombang transversal

Gelombang transversal didefinisikan sebagai gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah rambatannya. Contoh : gelombang pada tali, gelombang permukaan air, gelombang cahaya, gelombang elektromagnetik dan masih banyak lagi. 

               

Gelombang longitudinal

Gelombang longitudinal merupakan suatu gelombang yang arah getarnya sejajar atau berimpit dengan arah rambatannya. Contoh dari gelombang longitudinal yaitu gelombang bunyi (suara) dan gelombang pada pegas.

                                       

Gelombang menurut amplitudo dua fasenya terdiri atas :

Gelombang berjalan

Gelombang berjalan diartikan sebagai gelombang yang amplitudo dan fasenya sama di setiap titik yang dilalui gelombang

 

Gelombang stationer (diam)

Gelombang stationer adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya berubah (tidak sama) di setiap titik yang dilalui gelombang.

Beginilah gambaran dari kedua gelombang :

                        

 Keterangan gambar : 

(a). Gelombang berjalan 

(b). Gelombang stationer (diam) 


Adapun gelombang menurut medium perantaranya :

Gelombang mekanik

Gelombang mekanik yaitu sebuah gelombang yang dalam perambatannya meemrlukan perantara (medium) yang menyalurkan energi untuk keperluan proses perambatan sebuah gelombang. Contohnya : gelombang pada tali.

Gelombang elektromagnetik

Gelobang ini dalam perambatannya tidak meemrlukan perantara (medium) dalam penyaluran energinya. Contohnya : sinar cahaya.


KEGIATAN PRAKTIKUM

Secara teknis, perhitungan suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

Pengukuran ini bisa kita ukur menggunakan apps lo guys !

Apps ini namanya adalah sound meter

Sound maeter ini bisa kalian unduh di App store untuk iphone dan Play Store untuk android. Berikut gambar apps sound meter :  

                           

Selain apps sound meter, praktikum juga memerlukan meteran untuk mengukur jarak sumber bunyi yang dihasilkan.

Alur dari praktikum dimulai dengan pembagian kelompok dari masing – masing praktikan yang terdiri atas 3 – 4 orang.  Praktikum dilakukan di dua jenis ruangan, yaitu ruangan tertutup dan terbuka. Pembagian kerja dari setiap kelompok terdiri atas : pengukur suara dengan sound meter, pengukur jarak dan sebagai sumber suara.

Sehingga hasil yang akan didapatkan praktikan akan disajikan dalam bentuk tabel seperti dibawah ini :

Tabel pengukuran intensitas terhadap jarak  

                                      

Kemudian praktikan akan menginterpretasi faktor apa saja yang membuat nlai pengukuran intensitas berbeda – beda. Serta meninjau dari segi karakteristik perambatan gelombang yang sudah dipelajari. 

Conclusion

Grafik nilai intensitas suara 

                                      

Nilai intensitas suara dipengaruhi oleh beberapa faktor. Disini kita bisa mengetahui bahwa faktor jarak dapat mempengaruhi nilai dari intensitas suara. Semakin dekat jarak sumber suara dengan pendengar, maka nilai intensitas nya akan semakin besar (hal ini berlaku kebalikan). Adapun faktor lain yaitu keadaan tempat. Ruang tertutup dan ruang terbuka dapat dijadikan sebagai tempat yang memiliki gangguan (noise) serta tempat terkontrol. Ruang tertutup memiliki nilai intensitas lebih besar dibandingkan dengan ruang tterbuka yang memiliki banyak noise.  
 

You Might Also Like

0 komentar