Sosial Project : Membuat kelompok Tani di Desa Citorek

Setelah beberapa minggu saya berada di Citorek, tentunya saya sudah lumayan mengetahui medan dan masyarakat disini seperti apa. 

Tidak jarang juga saya dan teman – teman mampir ke rumah – rumah warga untuk sekedar berbincang yang didalamnya sebenarnya terdapat berbagai pertanyaan serius yang dilontarkan seperti :


“Mata pencaharian kebanyakan di desa Citorek itu apa?”

“Masalah yang dialami desa itu apa saja?”

“Kebiasaan atau culture di desa Citorek itu bagaimana?”

 

Yup… tentunya pertanyaan – pertanyaan seperti itu tidak kami lontarkan secara explisit ya guys.

Oh iya kami juga berkunjung ke puskesmas, kantor desa serta SMP dan mengajukan apabila disana butuh bantuan tenaga atau sukarelawan entah itu sebagai pengajar, administrasi, kebersihan dan lain – lain.


Lokasi : Kantor Desa Citorek Tengah 

Setelah menelusuri dan melihat hasil research yang kami temukan, akhirnya kami menganalisis permasalahan – permasalahan yang ada di desa Citorek.  Berikut hal – hal garis besar yang ada di Desa Citorek :

  • Mata pencaharian di desa kebanyakan adalah seorang petani mandiri (mereka bertani di lahannya sendiri)
  • Pertanian masih menggunakan cara tradisional
  • Hasil pertanian cukup untuk kebutuhan sehari – hari tetapi tidak bisa dipasarkan
  • Tidak ada pasar di desa Citorek sehingga Ibu rumah tangga yang ada disana harus menunggu 1 minggu untuk bahan masakan yang dikirim oleh pasar yang letaknya lebih dari 10 km.

Akhirnya kami merumuskan dan memutuskan untuk membuat sebuah kelompok tani di desa Citorek. Kelompok tani tersebut akan kami bina dan diberikan pembekalan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan metode yang benar. Program kami juga dibantu oleh penyuluh dari dinas pertanian Kabupaten Lebak serta dibimbing oleh dosen pembimbing lapang (DPL) kami yaitu Bapak Rezky Krisrachmansyah, SP. MT. 

Mulanya kami mengunjungi petani dan para aparat desa untuk membentuk kelompok tani.

 Lokasi : Desa Citorek Barat 

Kemudian dilakukan sosialisasi sebagai pemberian edukasi


 Lokasi : Balai Desa Citorek

Setelah melakukan sosialisasi, kami menyusun administrasi dan mengajukan bibit sebanyak 190 rambutan, 870 sirsak, 200 kayu manis, 100 jambu, 93 trambesi, 598 kopi dan 504 sengon. Dengan total 2555 bibit Kepada Persemaian Dramaga.

              

Dan alhamdulilah pihak persemaian sudah meng – acc proposal yang kami buat. Pihak persemaian pun mengirimkan bibit yang kami usulkan. Eemudian kami membagikan kepada masyarakat sekitar dan kelompok tani di desa Citorek. Kelompok tani yang terbentuk akan berkoordinasi dalam penanaman bibit secara serentak di lahan kosong yang sudah disiapkan masyarakat setempat dan atas izin dari kepala desa Citorek.

Berikut dokumentasi kami saat pembagian bibit kepada para RT masyarakat desa Citorek :




Lokasi : Desa Citorek Barat

Oh iya guys, perlu diketahui petani – petani yang ada di desa Citorek tidak sedikit dari mereka merupakan petani – petani muda juga lo. Sehingga, kami benar – benar terbantu karena mereka dalam hal inovasi dan keinginan lebih untuk meningkatkan sektor pertanian desa Citorek.

Semoga kelompok tani yang sudah tim KKN – T kami bina dan fasilitasi bisa berkembang secara berkelanjutan dan pastinya berdampak di masa yang akan datang ya . Aamiin

 

See you on the next post ! 


You Might Also Like

0 komentar