Sosial Project : Membuat kelompok Tani di Desa Citorek
- Juli 24, 2020
- By ADAM'S DIARY
- 0 Comments
Setelah beberapa minggu saya berada di Citorek, tentunya saya sudah lumayan mengetahui medan dan masyarakat disini seperti apa.
Tidak jarang juga saya dan teman – teman mampir ke rumah –
rumah warga untuk sekedar berbincang yang didalamnya sebenarnya terdapat
berbagai pertanyaan serius yang dilontarkan seperti :
“Mata pencaharian kebanyakan di desa
Citorek itu apa?”
“Masalah yang dialami desa itu
apa saja?”
“Kebiasaan atau culture di desa Citorek itu bagaimana?”
Yup… tentunya pertanyaan – pertanyaan seperti itu tidak kami
lontarkan secara explisit ya guys.
Oh iya kami juga berkunjung ke
puskesmas, kantor desa serta SMP dan mengajukan apabila disana butuh bantuan
tenaga atau sukarelawan entah itu sebagai pengajar, administrasi, kebersihan
dan lain – lain.
Setelah menelusuri dan melihat
hasil research yang kami temukan,
akhirnya kami menganalisis permasalahan – permasalahan yang ada di desa
Citorek. Berikut hal – hal garis besar
yang ada di Desa Citorek :
- Mata pencaharian di desa kebanyakan adalah seorang petani mandiri (mereka bertani di lahannya sendiri)
- Pertanian masih menggunakan cara tradisional
- Hasil pertanian cukup untuk kebutuhan sehari – hari tetapi tidak bisa dipasarkan
- Tidak ada pasar di desa Citorek sehingga Ibu rumah tangga yang ada disana harus menunggu 1 minggu untuk bahan masakan yang dikirim oleh pasar yang letaknya lebih dari 10 km.
Akhirnya kami merumuskan dan
memutuskan untuk membuat sebuah kelompok tani di desa Citorek. Kelompok tani
tersebut akan kami bina dan diberikan pembekalan untuk meningkatkan hasil
pertanian dengan menggunakan metode yang benar. Program kami juga dibantu oleh
penyuluh dari dinas pertanian Kabupaten Lebak serta dibimbing oleh dosen
pembimbing lapang (DPL) kami yaitu Bapak Rezky Krisrachmansyah, SP. MT.
Mulanya kami mengunjungi petani dan para aparat desa untuk membentuk kelompok tani.
Kemudian dilakukan sosialisasi sebagai pemberian edukasi
Setelah melakukan sosialisasi, kami menyusun administrasi dan mengajukan bibit sebanyak 190 rambutan, 870 sirsak, 200 kayu manis, 100 jambu, 93 trambesi, 598 kopi dan 504 sengon. Dengan total 2555 bibit Kepada Persemaian Dramaga.
Dan alhamdulilah pihak persemaian
sudah meng – acc proposal yang kami buat. Pihak persemaian pun mengirimkan
bibit yang kami usulkan. Eemudian kami membagikan kepada masyarakat sekitar dan
kelompok tani di desa Citorek. Kelompok tani yang terbentuk akan berkoordinasi
dalam penanaman bibit secara serentak di lahan kosong yang sudah disiapkan
masyarakat setempat dan atas izin dari kepala desa Citorek.
Berikut dokumentasi kami saat
pembagian bibit kepada para RT masyarakat desa Citorek :
Oh iya guys, perlu diketahui petani – petani yang ada di desa Citorek
tidak sedikit dari mereka merupakan petani – petani muda juga lo. Sehingga,
kami benar – benar terbantu karena mereka dalam hal inovasi dan keinginan lebih
untuk meningkatkan sektor pertanian desa Citorek.
Semoga kelompok tani yang sudah
tim KKN – T kami bina dan fasilitasi bisa berkembang secara berkelanjutan dan
pastinya berdampak di masa yang akan datang ya . Aamiin
See you on the next post !






0 komentar