Review Jurnal : Nilai Target Strength Ikan Menggunakan Instrumen Akustik
- November 30, 2020
- By ADAM'S DIARY
- 0 Comments
Assalamualaikum folks!
Tidak terasa tahun terakhir kuliah dan akhir dari cerita kuliah ini semakin dekat. Semoga teman - teman mahasiswa yang membaca juga tetap semangat dalam menjalani tahun - tahun terakhir kuliahnya. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas atau mereview jurnal yang berkaitan dengan penelitian saya nanti. Oh iya buat teman - teman yang belum tahu, penelitian akhir saya mengacu pada bidang akustik kelautan. Yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang perambatan gelombang suara yang terjadi di laut atau perairan. Nah... materi yang akan saya ambil pada penelitian nanti yaitu target strength.
"Target strength sendiri merupakan kemampuan objek (bisa biota laut atau benda - benda di laut) untuk menghantarkan kembali suara yang mengenainya."
Target strength sangat penting untuk diketahui untuk tujuan eksplorasi bawah air. Hal ini dikarenakan dengan target strength kita bisa mengidentifikasi objek - objek yang tidak kita ketahui sebelumnya. Serta dapat menjelaskan karakteristik dari biota atau keadaan di dalam perairan.
Simak hasil review jurnal saya ini ya teman - teman :
|
Jurnal yang di review
|
: |
Analisis Target Strength
Ikan Pelagis di Perairan Selat Sunda dengan Akustik Bim Terbagi
Domey L, Moniharapon 2009 |
|
Judul jurnal pembanding
|
: |
Target Strebgth dab Stok
Ikan di Perairan Pulau Pari Menggunakan Metode Single Echo Detector
Henry M. Manik dan Indah
Nurkomala 2006 |
|
Sinopsis jurnal yang di review
|
: |
Penelitian ini menjelaskan tentang analisis dari nilai distribusi target
strength secara spasisal dan juga
temporal pada bulan Januari hingga bulan Maret di Selat Sunda. Ukuran ikan
dapat dilihat dari nilai target strength yang didapat. Ikan pelagis di Selat Sunda terlihat selalu mobile
sehingga akan dilihat distribusi yang terjadi pada penelitian dalam rentang
waktu tiga bulan. Metode survei yang digunakan untuk pengamatan menggunakan
survei Elementri Sampling Distance Unit (ESDU). 1 ESDU berkisar pada 60 menit
atau 6 knot (satuan kecepatan kapal). Target strength ikan pelagis
yang sudah didapat akan diklasifikasikan menurut ukurannya mulai dari kecil,
sedang, cukup besar dan besar. Total rataan target strength pada bulan
Januari sampai Maret memiliki nilai yang berbeda. Hal ini dikarenakan pada
bulan Maret mengalami penurunan akibat dari lingkungan, faktor kedalaman
serta akibat dari migrasi vertikal ikan. |
|
Metode yang digunakan
|
: |
Metode survei akustik yang digunakan adalah Elementri Sampling
Distance Unit (ESDU). Berikut peta lokasi penelitian : Gambar 1. Peta lokasi penelitian di Selat Sunda Kemudian data dikoreksi menggunakan komputer PC dan pengolahan data menggunakan software SIMRAD EP 500 Echo Processing system versi 5.0. Gambar 2. Diagram alir transfer data menggunakan SIMRAD EY 500 Rumus yang digunakan untuk memperoleh target strength adalah rumus Maclennan dan Simmonds : TS = 20 Log L -67,4 (dB) Analisis dilakukan dengan menggunakan kategori strata setiap 20 meter yang kemudian diinput ke program ASCII. Hasil akhir yang didapat berupa pola distribusi dari nilai target strngth ikan pelagis. Gambar 3. Diagram alir prosedur penelitian keseluruhan |
|
Hasil
|
: |
Data Distribusi
Nilai Target Strength Data distribusi nilai target strength diklasifikasikan menurut kedalaman setiap 20 meter. Strata I (4 – 25 meter), strata II (25 – 46 meter), strata III (46 – 61 meter) dan strata IV (61 – 80 meter). Terdapat perbedaan nilai target strength pada bulan Januari dan Maret.
Bulan Januari didapat 34532 ekor target tunggal sedangkan pada bulan marret
mendapat 857 ekor target tunggal. Nilai rentang target strength
didominasi pada nilai -50 dB. Jika dihubungkan dengan rentang nilai target
strength yang didapat, ikan pelagis yang dideteksi dominan memiliki ukuran
kecil (Mackeret sp.) dengan rataan panjang 32,7 cm.
|
|
Perbandingan jurnal yang di review dengan jurnal pembanding
|
: |
Jangkuan deteksi target strength dari jurnal yang direview
dengan jurnal pembanding berbeda luasannya. Jangkauan deteksi jurnal yang
diriview lebih luas (Selat Sunda) dibandingkan dengan jurnal pembanding
(Pulau Pari). Kemudian metode yang digunakan jurnal diriview adalah akustik
bim terbagi sedangkan jurnal pembanding menggunakan metode Single Echo
Detection (SED). Metode akustik bim terbagi mengkategorikan nilai target strength
menurut strata kedalaman, sedangkan SED mengklasifikasi nilai target
strength menurut filter kriteria SED.
|
|
Hal baru yang didapat dari jurnal yang diriview |
: |
Jurnal yang diriview dapat menduga ukuran hingga memiliki satuan
spesifik yaitu dalam satuan sentimeter. Dengan adanya pengkategorian ukuran ikan pelagis yang didapat, maka
persebaran ikan pelagis dapat lebih detail diketahui. |
|
Pendapat saya mengenai kedua jurnal
|
: |
Menurut saya jurnal yang diriview memiliki kebermanfaatan yang lebih
dibandingkan dengan jurnal pembanding. Hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan
selalu berkembang sehingga inovasi baru akan terus mempermudah dalam
pengaplikasian kehidupan masyarakat sehari – hari. Metode yang digunakan pada
jurnal yang diriview dapat digunakan sebagai metode fish finder yang
dapat menguntungkan dalam kegiatan penangkapan ikan. Sedangkan metode Single
Echo Detector (SED) cocok digunakan untuk mendeteksi di wilayah jangkauan yang
lebih kecil. |
|
Hal yang bisa dilakukan untuk penelitian selanjutnya
|
: |
Penelitian lanjutan yang diperlukan adalah meneliti di lokasi yang
sama dengan meninjau verifikasi yang akurat mengenaiv jenis ikan yang
terdeteksi.Hal tersebut bertujuan untuk melihat fluktiasi sumber stok ikan,
sehingga dapat diprediksi penangkapan jenis ikan terkait dan stok ikan yang
terdapat di suatu perairan secara lebih spesifik. |
Review Jur
Demikian hasil review jurnal yang saya lakukan. Semoga informasi yang diberikan dapat menambah wawasan teman - teman sekalian yaa.... ! ~





