Review Jurnal : Nilai Target Strength Ikan Menggunakan Instrumen Akustik

Assalamualaikum folks! 

Tidak terasa tahun terakhir kuliah dan akhir dari cerita kuliah ini semakin dekat. Semoga teman - teman mahasiswa yang membaca juga tetap semangat dalam menjalani tahun - tahun terakhir kuliahnya. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas atau mereview jurnal yang berkaitan dengan penelitian saya nanti. Oh iya buat teman - teman yang belum tahu, penelitian akhir saya mengacu pada bidang akustik kelautan. Yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang perambatan gelombang suara yang terjadi di laut atau perairan. Nah... materi yang akan saya ambil pada penelitian nanti yaitu target strength.  

"Target strength sendiri merupakan kemampuan objek (bisa biota laut atau benda - benda di laut) untuk menghantarkan kembali suara yang mengenainya."

Target strength sangat penting untuk diketahui untuk tujuan eksplorasi bawah air. Hal ini dikarenakan dengan target strength kita bisa mengidentifikasi objek - objek yang tidak kita ketahui sebelumnya. Serta dapat menjelaskan karakteristik dari biota atau keadaan di dalam perairan. 

  Simak hasil review jurnal saya ini ya teman - teman :

Jurnal yang di review

 

:

Analisis Target Strength Ikan Pelagis di Perairan Selat Sunda dengan Akustik Bim Terbagi

 

Domey L, Moniharapon

2009

Judul jurnal pembanding

 

:

Target Strebgth dab Stok Ikan di Perairan Pulau Pari Menggunakan Metode Single Echo Detector

 

Henry M. Manik dan Indah Nurkomala

2006

Sinopsis jurnal yang di review

 

:

Penelitian ini menjelaskan tentang analisis dari nilai distribusi target strength  secara spasisal dan juga temporal pada bulan Januari hingga bulan Maret di Selat Sunda. Ukuran ikan dapat dilihat dari nilai target strength yang didapat.  Ikan pelagis di Selat Sunda terlihat selalu mobile sehingga akan dilihat distribusi yang terjadi pada penelitian dalam rentang waktu tiga bulan. Metode survei yang digunakan untuk pengamatan menggunakan survei Elementri Sampling Distance Unit (ESDU). 1 ESDU berkisar pada 60 menit atau 6 knot (satuan kecepatan kapal). Target strength ikan pelagis yang sudah didapat akan diklasifikasikan menurut ukurannya mulai dari kecil, sedang, cukup besar dan besar. Total rataan target strength pada bulan Januari sampai Maret memiliki nilai yang berbeda. Hal ini dikarenakan pada bulan Maret mengalami penurunan akibat dari lingkungan, faktor kedalaman serta akibat dari migrasi vertikal ikan.

Metode yang digunakan

 

:

Metode survei akustik yang digunakan adalah Elementri Sampling Distance Unit (ESDU).

Berikut peta lokasi penelitian :

Gambar 1. Peta lokasi penelitian di Selat Sunda

Kemudian data dikoreksi menggunakan komputer PC dan pengolahan data menggunakan software SIMRAD EP 500 Echo Processing system versi 5.0.

Gambar 2. Diagram alir transfer data menggunakan SIMRAD EY 500

Rumus yang digunakan untuk memperoleh target strength adalah rumus Maclennan dan Simmonds : 

TS = 20 Log L -67,4 (dB)

Analisis dilakukan dengan menggunakan kategori strata setiap 20 meter yang kemudian diinput ke program ASCII. Hasil akhir yang didapat berupa pola distribusi dari nilai target strngth ikan pelagis. 


Gambar 3. Diagram alir prosedur penelitian keseluruhan


Hasil

 

:

      Data Distribusi Nilai Target Strength

Data distribusi nilai target strength diklasifikasikan menurut kedalaman setiap 20 meter. Strata I (4 – 25 meter), strata II (25 – 46 meter), strata III (46 – 61 meter) dan strata IV (61 – 80 meter). 




Terdapat perbedaan nilai target strength pada bulan Januari dan Maret. Bulan Januari didapat 34532 ekor target tunggal sedangkan pada bulan marret mendapat 857 ekor target tunggal. Nilai rentang target strength didominasi pada nilai -50 dB. Jika dihubungkan dengan rentang nilai target strength yang didapat, ikan pelagis yang dideteksi dominan memiliki ukuran kecil (Mackeret sp.) dengan rataan panjang 32,7 cm. 

 

Perbandingan jurnal yang di review dengan jurnal pembanding

 

:

Jangkuan deteksi target strength dari jurnal yang direview dengan jurnal pembanding berbeda luasannya. Jangkauan deteksi jurnal yang diriview lebih luas (Selat Sunda) dibandingkan dengan jurnal pembanding (Pulau Pari). Kemudian metode yang digunakan jurnal diriview adalah akustik bim terbagi sedangkan jurnal pembanding menggunakan metode Single Echo Detection (SED). Metode akustik bim terbagi mengkategorikan nilai target strength menurut strata kedalaman, sedangkan SED mengklasifikasi nilai target strength menurut filter kriteria SED. 

Hal baru yang didapat dari jurnal yang diriview

:

Jurnal yang diriview dapat menduga ukuran hingga memiliki satuan spesifik yaitu dalam satuan sentimeter.

Dengan adanya pengkategorian ukuran ikan pelagis yang didapat, maka persebaran ikan pelagis dapat lebih detail diketahui. 

Pendapat saya mengenai kedua jurnal 

 

:

Menurut saya jurnal yang diriview memiliki kebermanfaatan yang lebih dibandingkan dengan jurnal pembanding. Hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan selalu berkembang sehingga inovasi baru akan terus mempermudah dalam pengaplikasian kehidupan masyarakat sehari – hari. Metode yang digunakan pada jurnal yang diriview dapat digunakan sebagai metode fish finder yang dapat menguntungkan dalam kegiatan penangkapan ikan. Sedangkan metode Single Echo Detector (SED) cocok digunakan untuk mendeteksi di wilayah jangkauan yang lebih kecil.   

Hal yang bisa dilakukan untuk penelitian selanjutnya 

 

:

Penelitian lanjutan yang diperlukan adalah meneliti di lokasi yang sama dengan meninjau verifikasi yang akurat mengenaiv jenis ikan yang terdeteksi.Hal tersebut bertujuan untuk melihat fluktiasi sumber stok ikan, sehingga dapat diprediksi penangkapan jenis ikan terkait dan stok ikan yang terdapat di suatu perairan secara lebih spesifik. 

Review Jur

Demikian hasil review jurnal yang saya lakukan. Semoga informasi yang diberikan dapat menambah wawasan teman - teman sekalian yaa.... ! ~

 


You Might Also Like

0 komentar