Social Entrepeneur : Sharing Session With Bang Iben Yuzenho



Sebuah kesempatan dan pengalaman yang besar bagi saya bisa bertemu dengan orang – orang yang menginspirasi. Bang Iben salah satunya. Saya harap readers blog ini bisa mengambil hal - hal yang baik dari tulisan saya ini



The most wonderful things adalah ketika kamu sukses, happy dan memiliki impact terhadap yang lain”
-Iben Yuzenho 2019-

Who is he ?

Bang Iben adalah sosok yang hebat di mata saya. Bang Iben merupakan alumni dari IPB University departemen Agribisnis. Melanjutkan studi magister di Institut Tekonlogi Bandung dan mengikuti program beasiswa untuk menjalani pendidikan di Swedia (pendidikan goals sekali). Pengalaman karir bang Iben sangat banyak untuk usianya yang masih sangat muda. Sebut saja perusahaan besar seperti Unilever, Nestle, Danamon, Danone, Manulife. Kemudian Bang Iben memutuskan untuk menciptakan dan menjadi seorang founder Sebumi.id sebuah platform social entrepreneur yang sangat menginspirasi dan merupakan passionnya sejak dulu. Dan menurut saya bisnis ini masih belum banyak diketahui oleh orang – orang (termasuk saya). Social entrepeneur bukan sekedar bisnis, tetapi memiliki impact yang baik juga terhadap kondisi sosial masyarakat. Bisa dikatakan sukses dalam dua sisi sekaligus. First Impression bertemu dengan Bang Iben saya bisa lihat orangnya humble, up to date, down to earth dan asik banget. Yap, Bang Iben adalah founder pertama yang saya temui dan dunia nya sangat membuka pikiran saya mengenai hal – hal baru.

Sekilas mengenai sebumi.id

Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Bang Iben karena diizinkan untuk mengunjungi secara langsung ke kantor sebumi.id




Sebumi.id merupakan platform social entrepeneur yang memberikan Experience nature dan new life style. Di dalam nya terdapat profit dan non profit. Melihat sektor wisata Indonesia yang saat ini tengah berjaya, maka pilihan untuk membuat bisnis eco travel adalah hal yang tepat menurut Bang Iben.

Latar Belakang menciptakan sebumi.id 

Adanya pengupgrade-an di suatu wilayah ecowisata menjadi tempat pariwisata yang dibangun oleh orang – orang luar terkadang membuat mereka sebagai orang lokal kurang mendapatkan benefit dari pembangunan tersebut. Malahan tempat nya kerap kali menjadi sasaran bagi oknum yang mencemari lingkungan. Akhirnya banyak masyarakat yang melakukan protes secara gamblang terhadap pembangunan pariwisata di   tempatnya. Pada akhirnya mereka harus bertahan hidup untuk dirinya dan memicu konflik. 

Saya rasa dengan adanya pembentukan platform seperti sebumi.id bisa mengatasi konflik yang terjadi anatara masyarakat lokal dengan pengembang sektor pariwisata. 

“Seharusnya kan mereka lebih ownership, lebih bagus daripada masyarakat  pendatang soalnya itu kan alam mereka”


Sebelum membahas Social Entrepeneur, saya mendapat rekomoendasi buku yang cocok untuk memulai bisnis tersebut adalah karangan dari david Bornstein. Semoga saya punya waktu untuk membacanya ya bang Iben hehe... 

“Travel is about connect with nature, people and connect with yourself !”
Saya menyadari bahwa menjadi sosial enterepeneur artinya tidak menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama dari bisnis nya. Tetapi juga memecahkan masalah sosial atau mempengaruhi perubahan sosial menjadi ke arah yang lebih bauk berbasis masyarakat.

Ssperti yang dilakukan sebumi.id yang ikut andil dalam membantu NGO (Non Government Organization) dalam pembangunan ekowisata daerah. Ekowisata bisa menjadi jalan tengah untuk konflik yang terjadi diantara para masyarakat lokal. Sehingga nanti masyarakat setidaknya bisa menikmati juga hasil dari aktivitas ekowisata tersebut. Pada sektor ekowisata haruslah masyarakat teredukasi dan terlibat dalam project dan lain – lain. Sehingga ekowisata yang diterpakan bersifat low Impact travel.

Disini, saya pun melihat bahwa seorang sosial entrepeneur harus bersedia mengambil risiko dan upaya untuk mengajarkan hal yang positif untuk masyarakat melalui inisiatif yang tepat. Meskipun harus mengesampingkan keutungan yang didapat. 
“Gimana caranya gua ngajak masyarakat untuk menjaga alam ? Oh yaudah masyarakatnya diajak masuk ekowisata.”

Maka, sebumi.id akhirnya membangun program profit yaitu Trip ekowisata.  Trip ekowisata sendiri terdiri dari Signature trip, conservation trip, Familiy trip, School trip, Company trip dan Private trip (sesuai kebutuhan). Adapun kegiatan non profit social ekonomi yang dilakukan sebumi.id saat di gunung rinjani pasca gempa. Sebumi.id ikut andil dalam berdonasi seperti kebutuhan pipa, air bersih dan lain lain. Bisnis yang diterapkan secara integrasinya tidak merusak. Even, kegiatan profit nya pun mendukung untuk usaha konservasi dengan cara mengedukasi, mengajak mereka (wisatawan) untuk melakukan konservasi, meminimalisir sampah dan sebisa mungkin untuk tetap menggunakan tumblr. Concern kedepannya dari sebumi.id adalah menghasilkan produk yang bisa menjual ke masyarakat sehinnga bisa menjadi income dengan memperhatikan segi nature juga tentunya.

What Did I Learn ?

Bang iben sangat membuka mata saya mengenai dunia perbsinisan dan tentunya dengan melihat dari point of view yang berbeda. Menilik dari segi social, budaya, ekonomi dan politiknya bagaimana. Dalam segala aspek yang bisa membuat semuanya menjadi satu. Sebenarnya sangat bisa memasukkan dan mengkolaborasikan segala aspek yang diinginkan.

“Kalian kan masih muda, harusnya bisa lebih menumbuhkan rasa semangat untuk sukses”.

Sebumi memang hebat dalam mengemas suatu informasi mengenai suatu tempat ekowisata yang akan disuguhkan. Berpegang terhadap Nature,Culture and Sustainability. Semua itu digali dan dikemas dengan baik. Menjadi branded yang sangat menarik bagi para wisatawan.
Saya rasa tantangan dari sebumi id sendiri yaitu tidak hanya tentang bagaimana menjadi suatu social entrepeneur tetapi juga tentang bagaimana menumbuhkan rasa social entrepreneur kepada para pihak yang ikut membangun sebumi.id. Dan juga harusnya tugas semua orang untuk menjadi pembangunan yang berkelanjutan.


 Messages from Bang Iben

“Kita kan manusia yang hidup di dunia, akan selalu terdengar voices of fear, voice of judgement yang akan menuntun ke arah sesuatu. So, when you create the decision, please be clear !”
Bang Iben menyampaikan bahwa  terkadang having lot of money it doesn’t mean you are happy with your situation. Pada akhirnya kita semua akan kembali ke kesenangan kita masing masing.
Rancangan sebumi.id dibentuk pada tahun 2009. Bang Iben menyampaikan bahwa terkadang mimpi membutuhkan waktu. Jangan pernah under estimate sama hal – hal kecil yang dikerjakan. Bang Iben akhirnya melanjutkan  untuk mengejar mimpi yang sudah dibangun sejak 2009 yaitu Sebumi.id.
Orang sress itu bukan berarti orang yang harus memiliki gangguan jiwa teteapi orang yang gak suka dengan live nya kaya gimana, keadaannya. Pekerjaan lebih baik sesuai call diri sendiri. Perjalanan orang beda – beda, pada akhirnya kita semua terpanggil balik. Tapi suatu hal pasti selalu saja ada pelajaran yang bisa diambil.



So, saya rasa ngapain kita menyusahkan diri di tempat yang salah ? Di tempat yang tidak diinginkan ? Waktu itu tidak bisa diulang, don’t waste your time with your uncomfortable life !

You Might Also Like

0 komentar