Hai
semuanyaa !!!
Gak
terasa kita sudah mau memasuki bulan suci Ramadhan ya.
Dan
gak kerasa juga saya udah mau tingkat akhir sebentar lagi.
Oh
iyaa selama di IPB Alhamdulilah saya mendapat kesempatan untuk menjadi Asisten
praktikum. Sebuah pengalaman yang benar – benar membantu saya dalam memahami
apa itu cara mengajar, manajemen waktu, relasi dengan para dosen dan sistem
birokrasi tenaga pendidik IPB itu seperti apa.
Saya
menjadi Asisten praktikum untuk dua mata kuliah yaitu :
- Dasar – dasar Akustik Kelautan
- Dasar – dasar Instrumentasi kelautan
Overall, pelajaran di mata kuliah Dasar –
dasar Instrumentasi Kelautan gak jauh
berbeda dengan project AUV kemarin. So, disini saya akan share tentang pengalaman saya menjadi Asisten Praktikum Dasar –
dasar Akustik Kelautan.
Banyak
orang yang belum tahu tentang ilmu yang satu ini. Teman – teman saya yang beda
jurusan dengan saya pun tidak tahu tentang Akustik kelautan.
“Akustik adalah teori tentang
gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium. Akustik kelautan yang
dalam bahasa inggrisnya dikenal sebagai “marine
acoustic”, adalah teori tentang perambatan gelombang suara dalam medium air
laut. “
Well,
sebenarnya ilmu ini sudah dipakai pada Perang Dunia Pertama guys. Dulu saat
perang, hydrophone sudah digunakan
kapal perang untuk mendeteksi keberadaan kapal musuh.
Untuk
ngasih impress yang lebih baik, saya
punya rekomendasi film tentang Akustik kelautan yang digunakan untuk bidang
pertahanan
Sumber : Hoxie Movie
Pertama
– tama di IPB itu saat memulai praktikum, kami selalu diberi safety induction terlebih dahulu agar
sesuai dengan SOP, terjamin keamanan dan terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan
Ini
lah laboratorium Akustik kelautan tempat menyimpan alat – alat keren hehe
Kami
selalu mengajarkan kepada para praktikan (mahasiswa yang mengikuti praktikum)
untuk terus waspada dan hati – hati saat bekerja di laboratorium. Karena
tentunya saat praktikum, kemanan dan keselamatan mahasiswa menjadi tanggung
jawab asisten praktikum.
Adapun
nomor darurat yang bisa dihubingi dalam keadaan bahaya.
Standar operasional tersebut tentunya tidak hanya di Laboratorium akustik kelautan. Seluruh praktikum yang ada di Ilmu dan Teknologi Kelautan wajib diberika safety induction terlebih dahulu
"Note : Sangat penting bagi para praktikan untuk memahami standar operasional praktikum karena ada kalanya para mahasiswa turun ke lapangan yang harus memperhatikan dan mengutamakan selalu keselamatan."
Ayo Kenalan dengan alat - alat akustik yang ada di Laboratorium
GPS Hand dan GPS MAP Garmin
Temen - teman pasti tau lah ya fungsi dari GPS Hand ini untuk apa. Yup, GPS Hand ini berfungsi sebagai alat penentu lokasi penelitian. Mungkin teman - teman berfikir kenapa tidak menggunakan handphone saja ? karena di laut sendiri kan bisa jadi tidak ada sinyal, jadi kita menggunakan GPS Hand untuk melakukan tracking (mencari jalur yang bagus) dan juga marking point (menandai lokasi).
Scientific Echosounder Garmin
Alat yang satu ini merupakan instrumen akustik yang berfungsi sebagai pengukur kedalaman suatu perairan serta posisi perairan sendiri seperti apa. Alat ini memanfaatkan gelombang suara untuk mengindera di bawah permukaan laut. Sumber energi dari alat ini yaitu aki 12 volt.
Water tank
Water tank ini berguna untuk para praktikan menguji alat - alat akustik dan melakukan pembelajaran praktikum. Bisa disebut juga sebagai kolam peneleitian akustik karena digunakan juga sebagai uji kinerja alat yang dibuat oleh anak - anak instrumen.
Hydrophone
Hydrophone ini bisa disebut sebagai senjata nya anak akustik. Hydrophone berfungsi sebagai alat untuk merekam suara objek di dalam air. Biasanya objek yang direkam adalah biota - biota akustik canggih banget kan ?
Adapun software yang digunakan praktikum untuk mengolah data yaitu Audacity dan Echoview. Audacity berfugsi untuk mengolah suara yang didapat atau rekaman saat praktikum yang nantinya bisa menganilisi karakteristik suara seperti frekuensi dan nilai decibel yang dihasilkan. Software Echoview digunakan untuk memvisualisasikan data yang didapat dari instrumen akustik. Data yang dihasilkan biasanya berupa data survei hidroakustik seperti kedalaman, sebaran biota perairan dan kondisi perairan.
" Kenapa kita harus belajar tentang Akustik kelautan ?"
Pernahkah
kalian membayangkan saat menonton Televisi (dulu saya sering lihat On The Spot)
selalu menayangkan informasi – informasi atau misteri tentang dunia salah satu
nya laut. Yup… Mereka kerap kali membahas sebenarnya seberapa dalam lautan,
bagaimana bisa Palung Mariana menjadi titik terdalam di bumi. Kira – kira bagaimana seorang manusia
bisa mengukur sampai kedalaman beribu ribu meter di bawah permukaan air laut.
Jawabannya adalah Teknologi Akustik Kelautan.
Dengan
menggunakan gelombang suara, kita dapat mengukur dalamya Palung mariana.
Menarik bukan ? Laut
memang sebuah misteri. Itu adalah satu dari sekian hal menjadi alasan saya untuk
mengambil jurusan kelautan. Dan… Akustik kelautan merupakan salah satu cabang
pengeksplor misteri – misteri laut.
Karena
Tahu Gak ? masih tersisa kurang lebih 70% hal yang belum kita eksplor
mengenai lautan di bumi. Eksplorasi bawah air memang sangat beresiko. Itulah yang
membuat Akustik Kelautan juga sangat menarik !!!!
Berikut
penerapan dialam kehidupan sehari hari dari akustik kelautan :
- Pengukuran kedalaman dasar laut
- Pengidentifikasi
jenis lapisan sedimen dasar laut
- Pemetaan
dasar laut
- Pemetaan
habitat dasar laut
- Pencarian
kapal – kapal karam di dasar laut
- Penentuan
jalur pipa dan kabel di dasar laut
- Analisis
dampak lingkungan dasar laut
- Transportasi bawah air
Dan
masih banyak lagi ….
Beginilah
visualisasi pengukuran dan pemetaan dasar laut menggunakan teknologi akustik
Kedepannya
akan saya share keseruan saya dan praktikan saat menjalani praktikum ini !!
Sumber : Dare devil
Have
a nice day !
See
you soon !
0 komentar